KETAHANAN KELUARGA
Agama Islam telah memberikan petunjuk yang lengkap dan rinci terhadap persoalan hidup berumah tangga. Diawali dengan anjuran menikah, cara memilih pasangan yang ideal, melakukan khitbah(peminangan), proses ijab qobul, kewajiban memberi nafkah, bagaimana mendidik anak, cara mengatasi kemelut rumah tangga hingga aturan dalam membagi warisan.
Pernikahan dalam Islam disebutkan sebagai ikatan yang kuat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَ كَيۡفَ تَاۡخُذُوۡنَهٗ وَقَدۡ اَفۡضٰى بَعۡضُكُمۡ اِلٰى بَعۡضٍ وَّاَخَذۡنَ مِنۡكُمۡ مِّيۡثَاقًا غَلِيۡظًا
“Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul satu sama lain (sebagai suami-istri). Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan) dari kamu.”(QS. An Nisaa:21)
Bagi yang sudah menjalani pernikahan bahkan ikatan tersebut sebanding dengan menjalankan separuh agama. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salaam telah bersabda :
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نَصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي
Artinya: “Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi)
Ketahanan Keluarga di masa Pandemi Covid-19
Ketahanan keluarga sangat dibutuhkan disaat situasi seperti sekarang ini, yakni situasi darurat akibat pandemi covid-19. Perlu digali berbagai strategi untuk meningkatkan ketahanan keluarga, agar masyarakat mampu bertahan hidup dan melanjutkan tugas-tugas kehidupan sebagaimana mestinya.
Kemampuan membangun ketahanan keluarga menjadi satu hal yang harus bisa diupayakan. Ketahanan keluarga merupakan kondisi dinamis suatu keluarga yang memiliki ketangguhan dan keuletan secara fisik, psikis, mental dan spiritual sehingga mampu mewujudkan kehidupan yang mandiri, mengembangkan diri dan keluarganya sehingga terbangun keluarga yang harmonis sejahtera lahir dan batin.
Ada beberapa hal terkait dengan ketahanan keluarga, yaitu ketahanan psikologis, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial, ketahanan spiritual.
Pembahasan empat (4) hal tersebut akan kita kaji pada artikel berikunya.
Hubungi Kami
